Selasa, 13 November 2007

Lebih Dalam tentang MERCA

Merca sebenarnya merupakan istilah beberapa warga Amerika dalam menyebut bakteri MRSA dimana infeksi bakteri ini banyak terjadi beberapa waktu terakhir. Orang Indonesia mungkin akan menyebutnya dengan istilah yang lain. Bisa dengan nama singkatnya, bisa juga dengan nama atau istilah lain yang sesuai dengan tanda dan gejala yang didapati pada penderita. Beberapa orang memiliki kebiasaan menyebutkan sesuatu dengan nama singkatnya dan seolah membentuk sebuah kata. Hal ini dapat mengakibatkan kerancuan dalam memahami sebuah istilah itu karena bisa jadi istilah tersebut memiliki arti yang lain bagi pihak lain. Oleh karenanya perlu ada penjelasan mengenai apa sebenarnya merca tersebut sehingga semua orang dapat mengetahui arti yang sebenarnya dan kemudian dapat menggali informasi lebih dalam lagi melalui link yang lain.

MRSA adalah singkatan untuk Meticillin-resistant Staphyllococcus aureus. Staphylococcus Aureus, disingkat Staph adalah kuman yang ditemukan pada kulit dan hidung kita. Staph biasanya tak merugikan tapi ada kalanya menyebabkan infeksi dan sakit parah. Beberapa jenis Staph telah menjadi kebal terhadap antibiotika methicillin dan lainnya yang dulu dipakai untuk mengobati infeksi. Infeksi yang disebabkan Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus ‘MRSA’ yang kebal methicillin ini sulit diobati, sebab kebanyakan antibiotika takkan membunuh kuman itu.

Anda bisa terkena infeksi MRSA dalam masarakat maupun di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan lainnya. MRSA dan Staph lain bisa menyebabkan infeksi dengan memasuki tubuh lewat kulit terbuka atau peredaran darah. Orang yang mempunyai masalah kesehatan sepert kencing manis atau sistem ketahanan buruk – atau yang kulitnya terbuka karena luka, baru dioperasi atau penyakit kulit, lebih cenderung terkena infeksi Staph ini. MRSA bisa menyebabkan infeksi kulit seperti bisul dan impetigo, infeksi di bawah kulit (cellulitis), infeksi pada tulang, darah, paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

Untuk mengetahui apabila mendapat infeksi MRSA, dokter akan mengambil contoh dari bisul, luka atau bagian lain dari infeksi itu. Contoh ini kemudian dikirim ke laboratorium untuk ujicoba. Sedang cara menanganinya adalah dengan pemberian antibiotika khusus selain juga dengan pembalutan dan operasi (selulitis), tergantung dari jenis infeksinya. Dokter akan memberi nasihat tentang pengobatan terbaik untuk infeksi ini.

Penyebaran penyakit ini terjadi dengan kontak langsung dengan penderita (menyentuh dan memijit kulit yang terkena misalnya pada bisul atau luka), memakai handuk, pakaian atau seprai kotor yang telah dipakai oleh orang yang terkena infeksi MRSA, menggunakan alat rias yang telah dipakai oleh orang yang terkena infeksi MRSA, serta tidak teliti mencuci tangan.

Nah, setelah mengatahui mengenai apa itu merca, untuk menghindarinya maka kita harus memperhatikan kebersihan diri kita serta berhati-hati dalam berhubungan dengan orang-orang di sekitar kita yang mungkin telah terinfeksi oleh penyakit ini. Untuk menciptakan lingkungan atau bangsa yang sehat harus memulainya dari diri kita sendiri. So let's start it now...!!